DaMar Gugat ke MK

PALANGKA RAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya menetapkan pasangan RiMo sebagai pemenang Pemilu Kada dalam rapat pleno di Hotel Aquarius, Rabu (12/6). Namun penetapan itu masih tak berjalan mulus. Pasalnya, DaMar berniat menggugat hasil Pilkada Kota tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasil penetapan ini pun kurang mendapat dukungan penuh dari pasangan calon lainnya. Buktinya, dari 6 pasangan calon peserta Pemilu Kada, hanya 2 yang menerima keputusan itu. Dua pasang itu, nomor urut 2, ZonA dan nomor urut 3, RiMo. Pasangan lainnya menyatakan menolak.

Keinginan DaMar membawa masalah ini ke MK, menurut tim advokasi sekaligus saksi dari pasangan DaMar, Rio Denamore, didasarkan pada adanya kejanggalan dan temuan dalam proses pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Palangka Raya.

“Kita keberatan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 2013 lalu. Ada apa sebenarnya, dan pertanyaan juga dalam pembuatannya mengapa harus dilakukan mendadak, di saat hari libur lagi, dan saat minggu tenang,” kata Rio, ketika dikonfirmasi terkait penolakan menandatangani berita acara KPU itu.

Ia menilai, pembuatan KTP dan KK yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, selain mendadak, juga waktunya cukup singkat. “Kita telah mengumpulkan bukti-bukti kejanggalan dalam pembuatannya, serta bukti lainnya yang akan disampaikan oleh pasangan calon kita,” katanya.

Money Politic

Tak hanya DaMar, pasangan lainnya juga memastikan akan menggugat hasil Pilkada kota. Tim pasangan nomor 1, Faridawaty Darland Atjeh-H Sodikul Mubin (FaDi) mengaku mencium adanya dugaan pelanggaran.

Pasangan dari jalur independen ini, menuding RiMo melakukan politik uang, dan telah melaporkannya ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Terkait masalah ini telah diakui pihak Panwaslu Kota Palangka Raya.

“Kami sudah mendapat laporan dari tim FaDi pada Senin (10/6). Ada dugaan money politic yang dilakukan RiMo, kami segera menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Ketua Panwaslu Palangka Raya Barombon, Rabu.

Barombon juga menyebut telah menerima laporan dari FaDi dan DaMar, terkait soal pembuatan KTP besar-besaran menjelang hari pencoblosan. Dipertanyakan penerbitan KTP mendadak, menjelang hari pelaksanaan. “Itu kita belum klarifikasi, nanti akan kita tindaklanjuti. Satu dua hari ini akan kita klarifikasi,” janji Barombon.

Hasil Pleno

Hasil rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya tahun 2013 yang dipimpin Ketua KPU Kota Sastriadi didampingi anggotanya, Harmain Ibrohim, Sa’aduddin, Endang Heriadi, Apriwati, dan Sabirin Muchtar, pasangan RiMo memimpin perolehan suara sebanyak 33.146 (31,52 persen) diikuti DaMar 31.591 (30,04 persen), FaDi 21.023 (19,99 persen), Edi-Sah 11.301 (10,75 persen), Dadi-Bagus 7.113 (6,76 persen) dan ZonA 976 (0,93 persen).

Dari data yang telah disahkan oleh KPU, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mempergunakan hak pilih 103.018, dan yang tidak mempergunakan hak pilih 39.398, dengan total DPT yang ada di Kota Palangka Raya mencapai 142.416. Sementara jumlah pemilih yang mempergunakan KTP dan KK 4.699, dan pemilih pindahan 473. 

Ketua KPU Kota Palangka Raya Sastriadi mengatakan, pihaknya memberikan waktu 3 hari untuk menyampaikan keberatan. Lewat dari batas yang telah ditetapkan itu, tidak akan dilayani dan dinyatakan tidak ada gugatan ataupun keberatan.

Disdukcapil Bantah 

Sementara Kadisdukcapil Palangka Raya Rojikinoor mengatakan, pelayanan publik yang pihaknya lakukan tak ada kaitannya dengan politik. “Prinsipnya pelayanan publik tak boleh terganggu oleh persoalan apapun. Sepanjang berkas pemohon lengkap, kita meski harus proses. Tidak bisa kita menahan berkas lengkap. Persoalan mereka mau gunakan apapun setelah itu, itu bukan urusan kita. Kalau itu yang terjadi, silakan kroscek di lapangan,” kata Rojikinoor, usai Rapat Paripurna DPRD Kota, kemarin.

Ia juga membantah ada pembengkakan jelang pencoblosan. Menurutnya, intensitas pelayanan berjalan normal. Meskipun ada peningkatan, ia menyebut hal itu menyusul keputusan MK tentang kepengurusan Akta Lahir tak perlu lewat sidang di pengadilan.

“Karena untuk mendapat Akta lahir itu harus punya KTP dan KK, maka warga berbondong-bondong mengurus KTP dan KK. Kedua, pengurusan itu rata-rata untuk anak-anak yang sudah memasuki usia 17 tahun dan mau melanjutkan sekolah di luar daerah,” katanya.

Biasanya, kata dia, pihaknya setiap bulan hanya melayani 1.700-1.800 berkas, tapi kali ini ada peningkatan hingga 2.000-an. “Itu termasuk yang memperpanjang KTP, mengurus KTP baru, dan akta lahir. Yang melonjak itu akta lahir,” tambahnya.  

Sedangkan pasangan dari jalur perseorangan, Zons Herry dan Apri Husin Rahu (ZonA), saat menggelar jumpa pers usai pleno KPU, di Zona Center Jalan RTA Milono Palangka Raya memberikan klarifikasi terkait dengan 2 hal. Pertama, penilaian pasangan ZonA sebagai pemain bayaran untuk memecah suara pasangan calon lain, itu tidak benar.

Dan kedua, ZonA yang maju dari jalur independen/perseorangan mupun pasangan lain yang maju bersama parpol mendapatkan bantuan uang miliaran rupiah untuk kampanye, itu juga tidak benar.

Pilkada Barut

Sementara di Muara Teweh, pasangan Nadalsyah-Ompie Herbi dipastikan menang 1 putaran pada Pemilu Kada Barito Utara (Barut) 5 Juni lalu.

Kepastian calon ini memimpin Barut untuk periode 2013-2018 ini, setelah KPU setempat menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara di 6 kecamatan.

Hasilnya, pasangan Nadalsyah-Ompie Herby memperoleh 27.232 suara (38,5 persen), disusul H Mulyar Samsi-Yusia S Tingan 18.983 suara (26,9 persen), Hj Relawati Yuliansyah-H Purman Jaya 9.032 suara (12,8 persen). Pasangan Shalahudin-Hj Nurul Ainy 7.525 suara (10,7 persen), H Sapto Nugroho-Jamaludin 4.839 suara (6,8 persen), H Mahmud-Lucius 1.115 suara (1,6 persen), Djamhudji-Junio Suharto 1.930 suara (2,7 persen).

Sementara surat suara yang diterima (termasuk cadangan) sebanyak 114.492 kertas suara, yang terpakai 72.615. Surat suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru dicoblos sebanyak 109 kertas suara. Surat suara yang tidak terpakai sebanyak 41.768.

Jumlah akhir suara yang sah untuk semua pasangan calon bupati dan wakil bupati 70.656 suara (100 persen), dan suara tidak sah 1.959.

Tim sukses yang menandatangani hasil rekapitulasi perhitungan suara dari Nadalsyah-Ompie dan Sapto-Jamaludin, sedangkan 5 pasangan lainnya tidak bersedia menandatangani. ded/mel/tho

Head Office:
Lt. II, Gedung Cavela cafe N Karaoke Jl. CUt Nyak Dien 19 Palangka Raya 73112.
Tel : +62536 3223967 (Hunting)
Fax : +62536 3223967 ; SMS studio : 0852 5030 3073