Selama ini mungkin masyarakat di Indonesia hanya mengenal batik tulis dan cetak (printing) dihasilkan oleh perajin dan perusahaan di beberapa daerah di Pulau Jawa, seperti Pekalongan dan Solo. Namun ternyata di Kalteng juga memiliki Batik Benang Bintik yang semakin dikenal masyarakat luas.

Provinsi Kalteng yang kaya sumber daya alam melimpah seperti tambang maupun keanekaragaman hayati lainnya, juga dikenal memiliki Batik Benang Bintik yang menjadi salah satu batik khas provinsi tersebut. Benang Bintik yang menjadi warisan budaya Dayak itu, kini semakin dikenal masyarakat di dalam dan luar negeri.

Dalam berbagai event yang diselenggarakan skala nasional maupun internasional, Kalteng tidak lupa mengikutsertakan Benang Bintik sebagai salah satu unggulan yang dipamerkan. Seperti dalam acara Exlopre Exotica of Borneo yang diselenggarakan di anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pertengahan Desember 2013 lalu.

Peragaan Benang Bintik mendapat sambutan hangat ratusan pasang mata yang menyaksikannya, termasuk sejumlah duta besar negara sahabat. Benang Bintik tersebut merupakan karya desainer muda asal Kalteng, Yoantaway.

Meski tinggal di Jakarta, putri mantan Wakil Gubernur Kalteng Nahson Taway itu tak larut dalam hingar-bingar budaya impor yang berkembang di sana. Yoantaway justru bangga mengembangkan desain busana bermotif Benang Bintik dalam berbagai bentuk dan model.

Kepada Tabengan, beberapa waktu lalu, di Jakarta, Yoantaway menuturkan bahwa batik tersebut merupakan warisan nenek moyang suku Dayak yang harus terus dilestarikan. “Batik Benang Bintik ini memang jarang kita dengar. Bahkan melihat bentuk motifnya saja mungkin kita belum pernah,” ujar dara cantik alumna sekaligus lulusan terbaik Lembaga Pendidikan Tata Busana Susan Budihardjo Jakarta, 2011 lalu.

Namun dengan upaya terus menerus untuk memperkenalkan kepada masyarakat Tanah Air, menjadikan Benang Bintik tetap lestari dengan model dan desain yang dinamis. Pada dasarnya, motif Benang Bintik antara lain berupa Batang Garing, yakni pohon kehidupan yang melambangkan hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan serta hubungan manusia dengan makhluk lainnya di bumi.

Ada pula motif huma betang, motif ukiran, motif senjata, motif naga, motif balanga, motif campuran dan lainnya.  Sementara untuk desain yang ditekuni Yoantaway saat ini, digambarkan dalam motif yang berbeda-beda dengan karakter flora dan fauna. Seperti menggambarkan bunga kantung semar dari Lamandau, burung tingang dengan motif bulu burung haruei. Termasuk motif anyaman rotan.

”Semua desain tersebut selanjutnya di-printing dan dijahit dalam bentuk pakaian dengan gaya modern dan simpel untuk diikutkan dalam event skala nasional, seperti Explore Exotoca of Borneo di Jakarta ini,” kata Yoantaway, bungsu kelahiran Palangka Raya, 13 Maret 1986 tersebut.

Selain promosi di luar daerah, Benang Bintik juga gencar diperkenalkan kepada masyarakat di Provinsi Kalteng agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan sebagai warisan budaya nenek moyang.

Kondisi tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan perajin kain batik di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalteng. Di antara peluang usaha yang terbuka adalah dengan mengembangkan motif dan desain serta industri pakaian Batik Benang Bintik di daerah.

Terlebih pemerintah di Kalteng juga mewajibkan pemakaian Batik Benang Bintik, seminggu sekali. Meski masih terbatas pada kegiatan formal seperti seragam sekolah dan kantor, Benang Bintik diyakini akan semakin menjadi kebanggaan masyarakat Dayak Kalteng. Batik Benang Bintik akan lebih dikenal sebagai pakaian resmi untuk upacara adat, pernikahan, dan acara formal lainnya.

Di Kota Palangka Raya, sentra pembuatan dan percetakan kain batik Benang Bintik tergolong masih sedikit, tapi mudah dijumpai di toko-toko penjual pakaian. Untuk warna dasar Benang Bintik biasanya lebih berani seperti warna merah maroon, biru, merah, kuning dan hijau. Selain itu warna lebih gelap seperti hitam dan coklat. Bahan baku Benang Bintik umumnya menggunakan bahan kain jenis kain sutera, kain semi-sutera dan kain katun.ayin nur rofik